Kemarin, Jenderal itu pergi. Lelah untuk melawan dan akhirnya menyerah kalah pada malaikat maut.
Kemarin, RSPP penuh dengan orang-orang yang mencintai, memuja, menghujat dan membenci beliau.
Kemarin, semua stasiun televisi dan radio penuh dengan berita kepergian beliau. Semua disiarkan langsung.
Hari ini pun berita itu masih jadi yang terpanas.
Hari ini bendera dikibarkan setengah tiang. Sebagai tanda berkabung negara, katanya.
Sekarang beliau sedang memulai perjalanan baru. Entah perjalanan yang ringan atau justru jauh lebih berat. Wallahu ‘alam.
Selamat jalan Jenderal. Semoga engkau tenang disisiNya. Semoga perjalananmu ringan. Biarlah Tuhan saja yang mengadilimu. Karena hanya Ia yang Maha Adil.






setelah 10 tahun tersisih, terpinggir, terhina…
bagaimana dialam sana?
wawlahualam
elly.s :::
Wallahu ‘alam ya mba..Kita doakan saja lah..
gw ndak kebagian warisan
tukangkopi :::
nunggu warisan opo? warisan utang po? wekekekekek…
aku nunggu warisan juga je..
Hati2 d jalan yah mbah…
slamat jalan eyang
eyang blum ninggalin password ebay sama egoldnya nih
aq sangat bangga pada mu pak harto…
Sebagai bangsa yang beradab, sudah sewajarnya kita mengucapkan selamat jalan kepada Soeharto, tapi sambil juga mengenang saudara-saudara kita yang bernasib malang, yang mati terbunuh akibat kekejaman rezim Soeharto sendiri.
Bagi yang berminat, aku menulis tiga artikel terkait dengan topik ini.
Termasuk mempertanyakan pidato belasungkawa Presien SBY yang secara implisit menyebut Soeharto sebagai pahlawan bangsa.
Baca disini :
http://ayomerdeka.wordpress.com/
aku gak pasang bendera setengah tiang
mikow :::
Kalo setia nungguin disamping beliau waktu di RSPP, mungkin bakalan dikasih mas. Hehehehe…
yexx :::
Saya juga bangga. *Untuk sebagian hal*
venus :::
ga ketahuan juga ko mbok..hehehehe..
adit-nya niez dan hanggadamai :::
makasih dah mampir..
Robert Manurung :::
Pak Harto itu memang pernah menjadi tiran di negeri ini. Begitu banyak korban yang jatuh saat beliau berkuasa. Dan itu salah dimata hukum. Mungkin juga dosa dimata Tuhan. Wallahu ‘alam. Karena yang menentukan dosa atau tidaknya bukan manusia.
Tetapi diluar itu, juga janganlah menutup mata atas jasa-jasa beliau. Nobody’s perfect.
Tentang proses hukum selanjutnya mengenai kasus korupsi almarhum, akan lebih bijak bila kita serahkan saja semua pada yang berwenang. Atau mungkin kita serahkan saja pada Yang Kuasa. Karena hanya Ia yang Maha Adil.
Tapi siapalah saya. Hanya blogger biasa yang ga punya pengaruh apa-apa dan tak juga punya kemampuan mempengaruhi siapa-siapa.
Hehe..salam kenal..
Pitik :::
Nunggu warisan? Lha kan situ dah sugeh to?
hihiihi ternyata setengah tiang banyak jga yah