Arsip untuk Januari, 2008



16
Jan
08

Bukan Episode :P

Tenang, saya gak ngehek blog ini koq :P . Cuman ngasih tahu, kalo blog ini ternyata kepalanya 2 :D

Salam,

Luthfi

15
Jan
08

Episode Jatuh Cinta Lagi

[...]

kukira ku takkan jatuh cinta lagi
ternyata kusalah saat bertemu denganmu

waktu kau bicara hatikupun bicara
mengapa kau buat ku jadi mati gaya


mendekat salah
menjauh salah
bicara salah
mengapa semua jadi serba salah

15
Jan
08

Episode Wedding

Hmm..saya sekarang mengerti kenapa dia ga juga bisa menyelesaikan kuliahnya. Ternyata karena waktunya banyak tersita untuk memikirkan ini to.. Ya..ya..ya…

Kapan lulusmu?

Update :

Mungkin juga karena kebanyakan mikir ini.

14
Jan
08

Episode [Not A] Vacation : Part 1

Niat Pamitnya sih mau legalisir ijasah ke kampus, tapi acara intinya malah jadi kopdar. Hakakakakaka…Ko bisa? Ya bisa, namanya juga blogger..Appetizer-nya dimulai di CICO pada hari Rabu, 9 Januari 2008 berniat bertemu Pakdhe Mbilung beserta Budhe Jeni. Mungkin ini terdengar aneh dan lucu, tapi sumpah, saya grogi dan deg-degan banget mo ketemu seleb blog ini, karena saya memang memujanya. Dan waktu saya jujur mengatakannya sama pakde, beliau cuma berkata “Opo sih…”. Hehe..
Setelah ngobrol dan minum2 sebentar, saya diajak keliling-keliling kantor -yang lebih mirip villa dibanding kantor- asri nan suejuk (Duuhh..senangnyaa…makasih Pakde.. :) ). Komplek perkantoran ini memang terdiri dari paviliun-paviliun yang sengaja dibentuk seperti rumah. Setiap kantor memiliki halaman yang rimbun ditumbuhi pepohonan. Di belakang kantor budhe memang ada pohon durian yang diceritain waktu itu. Ada sungai dengan gemericiknya yang menenangkan, ada burung-burung yang kata pakdhe memang sengaja dilestarikan, ada belasan gazebo, ada pula children playground dengan fasilitas wall climbing-nya . Kami memilih nangkring di sebuah gazebo di titik tertinggi komplek CICO dan mulai bertukar pikiran (halah..nggaya). Dari gazebo itu terlihat Gunung Salak dengan latar belakang langit biru. Beuh..menenangkan sekali..
07
Jan
08

Episode Ngarep[dot]com

Laki-laki itu tak tenang. Hatinya gelisah terusik seraut wajah lembut nan ayu yang selalu menghantui pikirannya. Mengacaukan konsentrasinya dan memporakporandakan ritme kerjanya. Wanita yang mempesonakannya sejak mula berjumpa.

Salam kenal mas, saya orang baru disini. Mohon bimbingannya.

Saat itu dan sejak itulah laki-laki itu jatuh ke dalam jurang pengharapan yang tak berujung. Cinta yang tak mampu ia raih. Hanya mengharap dan mendamba tanpa keberanian untuk jujur dan menyatakan. Tidak. Ia tidak atau mungkin belum berani untuk mengungkapkan segala rasa yang menghimpit dadanya dan membuatnya sesak. “Jika cinta itu menyesakkan dan menyakitkan, aku memilih untuk tetap dalam kesakitan hanya untuk mencintamu.” maksudnya, Ru…????



Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Ngobrol di pinggiran HI

Ki-ka : Sarah, Gita Aprikot, Mas Hedi

Byuh..ramene...

Saya dan Lutepi

Bersama Ndoro Kakung

More Photos

Visitorz

  • 7,232 pengunjung