Detak jantungku serasa berhenti sejenak saat mendengar suaranya lagi. Bukan karena rindu. Bukan pula bahagia. Tapi karena kebencian yang menggelegak. Bangsat orang itu menghubungiku lagi setelah..mmm..tunggu sebentar..sekitar tiga tahun. Telepon langsung kututup begitu dia menanyakan ” Bisa bicara dengan lia?”. Aku langsung mengenali suaranya meski sudah 3 tahun terlewati. Tanpa kusadari,ternyata kebencian itu masih ada. Ia bersarang dan ber-hibernasi di entah sisi hatiku bagian mana. Kini ia bangun seiring hadirnya setitik suara.
Seketika memori pahit itu pun mengalir di saluran impuls otakku. Dan luka lama pun berdarah lagi. Mendatangkan amarah dan perih sekali lagi. Kupikir aku sudah melupakannya. Kupikir aku sudah menyimpannya di sebuah folder bernama “Tidak Untuk Dibuka”. Namun ternyata aku salah. Aku belum bisa tersenyum mengenangnya. Aku belum bisa berdamai dengan masa lalu. Kalahkah aku? Heumm..tapi ini bukanlah sebuah peperangan atau pun kompetisi yang menuntut kalah-menang. Ini hanyalah sebuah episode dalam hidupku. Ini sejarahku. Dan sejarah, kawan, hanya memberikan kita tiket sekali jalan, tanpa menyediakan tiket pulang. Jadi, kini aku hanya bisa bergerak maju. Dan kamu, ya..kamu yang telah menjadi masa laluku, kamu adalah bagian dari hidupku yang tak ingin kusentuh lagi, jadi tetaplah di belakang sana, jangan mencoba mengikutiku apalagi berjalan di sampingku karena aku tak mau. Aku tak sudi. Maaf, tapi aku sudah lelah, sudah jera. Kamu telah meluluhlantakkan bangunan hatiku berkali-kali hingga menjadi berkeping-keping. Bangunan itu kini telah kokoh kembali, jadi jangan pernah kau hancurkan lagi. Pergilah jauh-jauh dariku. Pergi selamanya dari hidupku. Dan jalanilah hidupmu sendiri.
~…i’m not that stupid little girl anymore..~






haduh
enek opo iki?
sandine Agr 37?
wah nggak ikutan ah….piss…
lagi2, mbak…saya mungkin di posisi cowok itu
bisa bicara dengan mit**? dan, klik, telepon ditutup…
bencilah orang dengan sederhana..
u are a big girl now, then.
never say never, non, because you never know. seriously
ternyata luka karena cinta terhadap …. bisa lama ya?
aku jadi menyesal tlah berdosa selama ini pada mereka
sabar-sabar.. jgn marah-marah.
katanya kalau benci kelewat bates malah bisa berbalik lho..
setuju ama tukangkopi jadinya.
lho, yang namanya luka kan mesti diobati biar ga jadi borok
Coba diobatin pake obat merah….
saya ndak ikut”an lho mbak
aku ada clurit nganggur
klo butuh..PM wae…
sapa sih yu?
ingat lagu jadul,..
Walk away, walk on…
cuma ditaruh difolder tho mbak?ga didelete sekalian..
kalo perlu dari recycle bin di delete sekalian..:D
waduh neng lama ngga berkunjung ko aku malah lagi ngomongin luka lama tho ya…
ada yang lupa…
luka lama itu ngga selalu untuk dilupakan ko jeng
biglittle girl don’t cryentah kenapa langsung inget lagu itu
sakit hati emang susah disembuhin mbak, tapi cowok di dunia ini kan masih banyak yang lebih baik to?
sing mbiyen jahat ra mesti siki esih jahat..(jerene sih)
memori pahit dibakar sajah. biar hilang tertiup angin.
**gayamu tik..**
kebencian itu jangan di pendam terlalu lama bisa-bisa anda akan menikmati kebencian itu.
permisi… numpang lewat, mba’e
waaah… pasti ngga pake hansa*tiiit* jadi lukanya ngga sembuh2.
Permisi2.. kok lama gak ngeblog? Neng endi wae Mar??
Masa lalu bukan untuk dikalahkan tapi untuk dikenang….
Jangan membenci seseorang berlebih lho.
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Transference.
wadoh mbak2…. janganlah kau simpan dendam itu,… Tuhan ja pemaaf lo.,,,
hehehehe