Arsip untuk November, 2007

16
Nov
07

Episode Penyerangan

Saat saya sedang mampir di sebuah distro milik teman SMA, saya menyaksikan sebuah kejadian yang menurut saya cukup mengerikan. Ini bukan soal hantu atau penampakan, secara saya melihatnya di siang hari bolong yang cerah benderang. Ini tentang seorang wanita yang menampar dan memukul wanita lainnya di pinggir jalan. Si wanita penyerang entah bagaimana awalnya dan dengan alasan apa, turun dari motornya, mendatangi si korban (yang sedang mengendarai motor), menghentikannya dan menampar kemudian memukul wajahnya. Saya terkesiap. Rasa iba membuat saya spontan berlari keluar distro hendak menolong si korban yang memang sedang berteriak minta tolong. Tapi teman saya dengan sigapnya menyambar lengan saya dan mencegah saya, “Jangan, kamu juga perempuan. Kamu ga bisa berbuat banyak. Kamu disini aja. “ Akhirnya dia keluar bersama dengan orang yang mulai mendatangi mereka dan melerai mereka. Dan saya hanya bisa menyaksikan semuanya dari balik pintu kaca.

Yang saya herankan, bagaimana seorang wanita yang diciptakan sebagai manusia lembut dan penuh kasih bisa sedemikian garang dan brutalnya terhadap sesama. Mungkin iblis jahanam sedang bermain di hatinya dan menguasai kendali dirinya sehingga dengan ringannya menyakiti wanita lain. Saya juga memperhatikan wajah si wanita penyerang, disana betul-betul tak tersisa kasih sayang dan kelembutan sedikitpun. Hanya kebengisan dan amarah.

Hanya masalah sepele. Si korban hampir menabrak si penyerang, si penyerang spontan mengeluarkan kata-kata kasar, tapi si korban malah tak terima dan balas mengeluarkan kata-kata kasar, dan membuat si penyerang emosi kemudian terjadilah insiden itu. Jadi siapa yang salah ya????

Iklan
13
Nov
07

Episode Personality

Click to view my Personality Profile page

Tertarik dengan apa yang Joe coba, saya langsung menuju TKP. D*mn..!! Banyak banget pertanyaannya, tapi fiuuhh..akhirnya selesai juga. Dan tarrraaaaaaa…inilah hasilnya. ENTERTAINER, CREATOR…Hmmm..that’s me…Hehehehe….

13
Nov
07

Episode Bullying


Memperhatikan berita kekerasan di media membuat semakin miris saja. Merusak minimarket, melukai orang-orang yang ada di jalanan, melakukan rekrutmen anggota dengan cara yang brutal. Beeuuhh….Aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum geng motor itu membuat saya bertanya dalam hati (tapi yang ini bukan judul lagunya Ihsan Idol lho…). Apa sebetulnya yang mereka cari? Bagaimana perasaan mereka saat mereka melakukan itu? Atau mereka memang sudah mati rasa?? Hmm..who knows?
Ada yang bilang itu karena kurang mendapat perhatian orang tua. Bisa jadi. Seringnya mereka yang anarkis adalah mereka yang dahaga akan perhatian dan kasih sayang. Tapi mengkambinghitamkan keadaan keluarga yang broken tak bisa begitu saja dimaklumi. It’s very complicated…
Nampaknya aksi bullying semakin marak saja. Yang terakhir aksi geng Gazper di SMAN 34. D’oh…Pelajar itu ya tugasnya belajar toh?? Sah-sah saja sih bikin komunitas, tapi bentuklah dan bergabunglah dengan komunitas yang punya kegiatan positif. Sebelumnya ada Cliff Muntu yang meninggal karena dianiaya seniornya di IPDN (dan kasus kekerasan lainnya di kampus yang sama), ada juga anak SD yang dianiaya oleh teman-temannya sendiri karena terpengaruh tayangan televisi, ada pula kasus penganiayaan orang tua terhadap anaknya.
Jadi ini tanggung jawab siapa? Ya tanggung jawab bersama. Klise memang, tapi itulah jawabannya. Peran serta pemerintah-keluarga-sekolah-masyarakat seharusnya bersinergi untuk menuntaskan ini semua. Tapi marilah kita mulai dari diri sendiri. Gampang ko, sebarkan kasih sayang ke sekitar Anda, tebarkan senyum dan niscaya mereka yang mendapat efek senyuman ini akan merasa (paling tidak sedikit) bahagia. Dan kebahagiaan mereka akan tertular ke orang lainnya lagi. Seperti kata Slank, tebarkan PLUR, Peace-Love-Unity-Respect.
Maukah Anda mencobanya?

Gambar dari sini.

11
Nov
07

Episode Old Story

“Ketika asa terbentur realita, masih mampukah logika menjadi nyata? -sang pencintamu-“

Sebuah pesan pendek dari seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan keriuhan dan berjuta warna warni kebahagiaan. Beberapa menit saja setelah kunjungannya di rumahku. Berbincang tentang pekerjaan, cuaca, film, bahkan gosip artis, apapun kecuali masa lalu kami. Aku tak berani. Mungkin dia berpikiran sama. Tapi tatapannya padaku masih sama. Disana masih ada cinta dan harapan. Tapi tidak di mataku. Bagiku semua sudah berakhir. Sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kuarsip dalam file bernama “OLD STORY”.

Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga meluncurlah puisi pendek itu ke ponselku. Yang disusul pula dengan sms yang lain :
“Aku ingin menganggapmu teman setelah cerita kita berakhir dengan kejamnya. Namun nampaknya sulit. Karena aku telah memberikan seluruh cintaku untukmu. Dan sekarang aku masih dalam tahap semi pure friend. Masih butuh beberapa tahapan lagi untuk menjadi pure. Semua itu butuh proses, tak ada yang instan, apalagi ini masalah hati yang tergores.”

Kalimat terakhirnya begitu menohokku. Setelah tujuh tahun, ternyata goresan itu masih terasa menyakitkan untuknya. Goresan yang kubuat karena keegoisanku, karena sempitnya fikirku.
~Menyakitimu begitu dalam adalah satu-satunya yang kusesali hingga kini. ~

“Satu kata untukmu. SEMPURNA.”
Sebuah pesan pendek terakhir darinya menutup malam yang kian dingin disapu hujan “salju” yang lembut. Dan akupun termangu. Merasa menjadi orang paling jahat yang pernah ada.

Foto diambil disini.

07
Nov
07

Episode Low Bat

Pagi ini dingin, sama seperti pagi yang kemaren dan juga kemarennya lagi. Sedingin hati saya. Entah kenapa segala keriuhan yang terjadi di sekeliling saya tak mampu mencairkan bekunya perasaan. Ceria dan mampu menghidupkan suasana. Satu tuntutan profesi. Tapi kali ini sulit sekali saya wujudkan. Bagaimana mau menghidupkan suasana kalo saya saja sedang mati (suri).

Seluruh energi bahagia saya seolah-olah sudah sirna. Saya jadi bisa merasakan yang Harry rasakan sewaktu bertatapan dengan Dementor. Kosong. Sunyi. Mengerikan.
Saya tak mau jadi orang yang seperti ini. Mungkin saya butuh penyegaran. Saya butuh sesuatu yang baru untuk men-charge saya.




Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12,219 pengunjung