Arsip untuk Februari, 2008

29
Feb
08

Episode Dunia (Yang Tak Terlalu ) Baru

Menyelami dunia baru (yang sesungguhnya pun tak begitu baru) di depan mataku ini ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan, pun tak seringan mengucapkan kata-kata umpatan. Meski telah dibekali bertumpuk-tumpuk literatur dan berribu-ribu memori yang berjejalan dalam lilitan alur otakku yang sempit, namun semua teori itu impoten, seketika kehilangan kegagahannya ketika tiba saatnya untuk bertempur. Aku pun tergagap. Merasa kerdil dan tumpul. Ternyata apa yang kuketahui selama ini, segala hipotesis dan teori yang kuumbar dan gembor-gemborkan seketika loyo dan kalah oleh kesederhanaan tutur dan tindak mereka, sang jawara pengalaman. Merekalah sesungguhnya guru. Merekalah sesungguhnya literatur itu. Lalu…

16
Feb
08

Episode Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Kusebut

Pengap. Udara serasa padat mengepung, menekan paru-paruku dan aku sesak. Ini, semua perubahan ini, berjalan terlalu cepat, membuatku terengah-engah mengikutinya. Seharusnya tidak seperti ini. Semestinya semua keriuhan ini, gempita ini, keriaan ini menggembirakanku, membuatku bungah. Tapi tidak. Aku bertanya pada langit, dia hanya menghitam bergulung lalu menangis deras. Aku berpaling pada tanah, tapi ia hanya memandangku kosong, menyesap dengan rakus pemberian langit. Kupejamkan mata dan kuhirup wanginya tanah basah sore itu. (Hmm…aku selalu mencintai baunya…). Tapi JANGAN PERNAH KAU SURUH AKU bertanya pada rumput yang bergoyang, karena aku MUAK pada mereka!!

Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Kusebut menghampiriku tanpa menungguku siap, dan menggilasku dengan congkaknya. Jadi disinilah aku. Jetlag. Ternganga. Dan terluka. Aku ingin lari meninggalkan semua. Sejauh dan secepat aku mampu. Tapi matahari mengatakan padaku, aku tak boleh lari. Lari adalah sikap pengecut. Pengecut..????

12
Feb
08

Episode Partikel Mikro

Kau benar, sayang…bahwa aku bukan perahu kertas yang terombang-ambing mengalun arus dan hanya memiliki dua pilihan : terhempas layu ke tepian atau terbenam pasrah di lautan lepas

Tapi dia juga benar, cinta…..bahwa aku hanyalah sebuah boneka yang dipaksa berlakon di pentas fana demi sederai tawa palsu atau seisak tangis embun atau sekotak empati kosong

Pun mereka mungkin benar, honey….bahwa aku bisa saja menjadi matahari yang baru kau ketahui panas sesungguhnya setelah kau jauh menyelami intinya

Kuberitahukan padamu, sugar….sesunguhnya aku hanyalah sebuah partikel mikro dalam engapnya atmosfer semesta yang keras bermetamorfosis menjadi bintang, meski untuk itu harus menghabiskan seluruh hidupku

“…kuhanya pemimpi kecil yang berangan tuk mengubah nasibnya…” ~ Sang Penghibur-PADI ~

11
Feb
08

Episode Kementerian Baru

Lagi blogwalking nemu tempat yang asik nih.. Ternyata telah berdiri sebuah kementerian baru di Indonesia sejak 28 Agustus 2006. [Dem! Kenapa saya baru tau sekarang ya? Kemana aja??]. Namanya Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) dan menterinya bernama Mas Gembol.

Blog KDRI

Kementerian ini bergerak di bidang re-desain logo, simbol maupun banner. Re-desain? Iya. Jadi jika menurut para volunteer ada sebuah logo/simbol/banner/apapun yang menurut mereka ga cocok, ga pas, ga asik dan ga-ga yang lainnya, akan mereka re-desain sesuai keinginan mereka dan tentu saja dengan tujuan yang mulia. Agar kelak mungkin mampu membawa spirit baru bagi anggota organisasi yang logonya di re-desain. Lanjutkan membaca ‘Episode Kementerian Baru’

09
Feb
08

Episode Tempat Sampah

Menyusul launchingnya situs hosting baru di Taman Menteng seminggu lalu, saya tertarik juga buat klaim nama disana. Dan inilah tempat sampah saya yang baru. Anda juga, monggo nyampah..

From Meaningless to Meaningfull
08
Feb
08

Episode Prima

Ketika sedang bersantai di depan televisi yang layarnya datar masih cembung itu, ada sebuah iklan tentang layanan ramalan yang bisa diakses lewat henpon dengan cara registrasi. Ya, layanan reg-reg an seperti ini memang sedang menjamur. Nah..iklan yang satu ini sungguh menggelitik dan menimbulkan tanda tanya besar di hati dan benak saya. Begini petikan iklannya

05
Feb
08

Episode Tahapan

Sore itu sembari menunggu jam  pulang kantor, hanya tinggal kami berdua yang tersisa dalam ruangan. Tak ada sesuatu yang dikerjakan, hanya saja kami sama-sama malas untuk pulang. Maka jadilah kami hanya duduk berbincang, meski tanpa ditemani kopi, hanya secangkir teh manis hangat.

“Hidup itu sebenarnya terdiri dari 4 tahapan. Pernah dengar?”, Pak Waisman membuka perbincangan.

Saya tak menjawab. Menunggu beliau melanjutkan apa yang ingin disampaikannya pada saya.

Sambil memandangi jalanan depan kantor kami yang mulai sepi kendaraan, dia memulai penjelasannya. “Empat tahapan itu adalah bermain, belajar, bekerja dan beribadah. Sejak kamu lahir hingga umur belasan kamu lagi senang-senangnya bermain. Saat itulah masanya kamu bermain.”

Hmm…saya berpikir, masa iya sih hanya sampai belasan saja. Lha saya sampe sekarang saja masih merasa senang bermain ko. Tapi saya ga mengatakan apa-apa. Hanya mengangguk-angguk. “Lalu yang kedua apa Pak?” Yang kedua itu…




Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Ngobrol di pinggiran HI

Ki-ka : Sarah, Gita Aprikot, Mas Hedi

Byuh..ramene...

Saya dan Lutepi

Bersama Ndoro Kakung

Lebih Banyak Foto

Visitorz

  • 12,153 pengunjung