22
Mar
08

Episode Kesombongan Manusia

Di sebuah bus dalam perjalanan pulang saya dari padepokan seorang selebriti blog yang sedang menikmati long weekend-nya di rumah tercinta, saya menangkap dengar (saya gunakan kata menangkap dan bukan mencuri karena saya bukan pencuri dan lagi suara mereka begitu kerasnya hingga mungkin seluruh penumpang bus berukuran nanggung itu mendengarnya) sebuah perbincangan antara 2 orang penumpang, seorang perempuan setengah baya dengan seorang pemuda.

” Saya itu dulu pernah hampir ketabrak sama mas-mas pake baju loreng kayak ABRI, naik motor. Saya juga lagi diboncengin sama anak saya, perempuan. ” , perempuan paruh baya itu bercerita. Si pemuda pun hanya diam. Mungkin masih menunggu kelanjutan ceritanya.

” Motor saya sama motor dia emang sama-sama hampir jatoh. Sebenernya orang itu yang salah, soalnya dia nyalip saya dari kiri pake ngebut. Padahal jalannya sempit. Tapi malah anak saya yang dimarahin. Katanya : ‘KALO NAIK MOTOR ITU YANG BENER DONG MBAK..!! BERANI KAMU YA SAMA BRIMOB..??!!!’ Lha anak saya perempuan, saya juga sudah tua, ya ga berani, mas. Akhirnya daripada diapa-apain, ngalah aja lah.. Trus orang itu langsung pergi.”

Saya pun berpikir, heumm..betapa manusia begitu sombong dengan jabatannya. Merasa bahwa dengan kedudukannya itu maka ia bisa mendholimi manusia lain. Berjalan di muka bumi dengan dagu terangkat. Membangga-banggakan hartanya, kedudukannya, depositonya dan segala tetek bengek urusan keduniawian. Padahal sesungguhnya harta itu sama sekali tidak akan ia bawa mati dan tidak mampu menolongnya. Kecuali harta yang digunakan di jalan Allah.

Manusia itu tinggal di muka bumi yang luas. Namun bumi yang menurut manusia itu luas, sesungguhnya adalah bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Dan tata surya kita itu adalah satu dari beratus-ratus tata surya lain dalam galaksi Bimasakti. Sedangkan Bimasakti itu adalah satu dari sekian banyak galaksi-galaksi di angkasa raya. Seluruh angkasa raya ini diciptakan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Dialah Maha Besar. Jadi Dialah satu-satunya yang berhak memiliki sifat sombong. Karena Dia yang menciptakan dan memiliki semua yang ada di langit dan di bumi. Manusia hanya memiliki sebagian keciiiiiiiiill saja. Dan itu hanyalah pinjaman. Lalu mengapa manusia masih saja sombong?

Semoga postingan ini berguna untuk perenungan kita bersama. Terutama saya yang sampai saat ini masih saja sulit untuk menghilangkan rasa sombong dalam hati. Dan semoga saja ini bukan sekedar jarkoni (iso ajar ora iso nglakoni) bagi saya. Amiin.

Iklan

6 Responses to “Episode Kesombongan Manusia”


  1. Maret 24, 2008 pukul 5:08 pm

    amiiinn
    ternyata dunia blog juga di gandrungi ustadzah 🙂

  2. April 2, 2008 pukul 1:13 pm

    tapi asli..saya ga sombong kok..hehehe..saya kan orangnya lemah lembut, ramah, baik hati dan tidak sombong..
    *ditendang*

  3. April 3, 2008 pukul 5:02 pm

    luthfi :::
    Amiiiin…..(juga)

    jakober :::
    ustadzah??? halah..halah…

    gambarpacul :::
    lha? kamsudnya????

    stey :::
    hiqiqiqiqiq… ;))

  4. 6 cakrasaktiinformatika
    April 15, 2008 pukul 8:59 pm

    salam kenal ya, rame bgt disini,
    numpang mmpir ya..d tunggu mmpir balik k http://nung.wordpress.com
    add link jga ya..

    tks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12,157 pengunjung

%d blogger menyukai ini: