22
Apr
08

Episode Luka Lama

Detak jantungku serasa berhenti sejenak saat mendengar suaranya lagi. Bukan karena rindu. Bukan pula bahagia. Tapi karena kebencian yang menggelegak. Bangsat orang itu menghubungiku lagi setelah..mmm..tunggu sebentar..sekitar tiga tahun. Telepon langsung kututup begitu dia menanyakan ” Bisa bicara dengan lia?”. Aku langsung mengenali suaranya meski sudah 3 tahun terlewati. Tanpa kusadari,ternyata kebencian itu masih ada. Ia bersarang dan ber-hibernasi di entah sisi hatiku bagian mana. Kini ia bangun seiring hadirnya setitik suara.

Seketika memori pahit itu pun mengalir di saluran impuls otakku. Dan luka lama pun berdarah lagi. Mendatangkan amarah dan perih sekali lagi. Kupikir aku sudah melupakannya. Kupikir aku sudah menyimpannya di sebuah folder bernama “Tidak Untuk Dibuka”. Namun ternyata aku salah. Aku belum bisa tersenyum mengenangnya. Aku belum bisa berdamai dengan masa lalu. Kalahkah aku? Heumm..tapi ini bukanlah sebuah peperangan atau pun kompetisi yang menuntut kalah-menang. Ini hanyalah sebuah episode dalam hidupku. Ini sejarahku. Dan sejarah, kawan, hanya memberikan kita tiket sekali jalan, tanpa menyediakan tiket pulang. Jadi, kini aku hanya bisa bergerak maju. Dan kamu, ya..kamu yang telah menjadi masa laluku, kamu adalah bagian dari hidupku yang tak ingin kusentuh lagi, jadi tetaplah di belakang sana, jangan mencoba mengikutiku apalagi berjalan di sampingku karena aku tak mau. Aku tak sudi. Maaf, tapi aku sudah lelah, sudah jera. Kamu telah meluluhlantakkan bangunan hatiku berkali-kali hingga menjadi berkeping-keping. Bangunan itu kini telah kokoh kembali, jadi jangan pernah kau hancurkan lagi. Pergilah jauh-jauh dariku. Pergi selamanya dari hidupku. Dan jalanilah hidupmu sendiri.

~…i’m not that stupid little girl anymore..~

Iklan

29 Responses to “Episode Luka Lama”


  1. April 22, 2008 pukul 9:22 pm

    haduh
    enek opo iki?
    sandine Agr 37?

  2. April 22, 2008 pukul 9:35 pm

    wah nggak ikutan ah….piss…

  3. April 23, 2008 pukul 2:27 am

    lagi2, mbak…saya mungkin di posisi cowok itu πŸ˜†
    bisa bicara dengan mit**? dan, klik, telepon ditutup…

  4. April 23, 2008 pukul 7:28 am

    bencilah orang dengan sederhana.. πŸ˜€

  5. April 23, 2008 pukul 8:49 am

    u are a big girl now, then. πŸ˜€

  6. April 23, 2008 pukul 9:02 am

    never say never, non, because you never know. seriously

  7. April 23, 2008 pukul 9:58 am

    ternyata luka karena cinta terhadap …. bisa lama ya?
    aku jadi menyesal tlah berdosa selama ini pada mereka

  8. April 23, 2008 pukul 11:08 am

    sabar-sabar.. jgn marah-marah. 😎
    katanya kalau benci kelewat bates malah bisa berbalik lho..
    setuju ama tukangkopi jadinya.

  9. April 23, 2008 pukul 12:55 pm

    lho, yang namanya luka kan mesti diobati biar ga jadi borok

  10. April 23, 2008 pukul 2:31 pm

    Coba diobatin pake obat merah….

  11. April 23, 2008 pukul 6:46 pm

    saya ndak ikut”an lho mbak πŸ˜€

  12. April 24, 2008 pukul 11:10 am

    aku ada clurit nganggur
    klo butuh..PM wae…

  13. April 27, 2008 pukul 12:55 pm

    ingat lagu jadul,..
    Walk away, walk on…

  14. April 28, 2008 pukul 4:16 pm

    cuma ditaruh difolder tho mbak?ga didelete sekalian..
    kalo perlu dari recycle bin di delete sekalian..:D

  15. 16 dwpraz
    April 29, 2008 pukul 7:39 pm

    waduh neng lama ngga berkunjung ko aku malah lagi ngomongin luka lama tho ya…

  16. April 29, 2008 pukul 8:52 pm

    ada yang lupa…

    luka lama itu ngga selalu untuk dilupakan ko jeng πŸ™‚

  17. Mei 3, 2008 pukul 11:02 am

    big little girl don’t cry

    entah kenapa langsung inget lagu itu

  18. Mei 4, 2008 pukul 1:59 pm

    sakit hati emang susah disembuhin mbak, tapi cowok di dunia ini kan masih banyak yang lebih baik to? πŸ™‚

  19. 20 jakober
    Mei 6, 2008 pukul 3:48 pm

    sing mbiyen jahat ra mesti siki esih jahat..(jerene sih)

  20. 21 tikabangetgitu
    Mei 7, 2008 pukul 6:55 am

    memori pahit dibakar sajah. biar hilang tertiup angin.
    **gayamu tik..**

  21. Mei 9, 2008 pukul 3:06 pm

    kebencian itu jangan di pendam terlalu lama bisa-bisa anda akan menikmati kebencian itu.

  22. Mei 10, 2008 pukul 7:01 am

    permisi… numpang lewat, mba’e πŸ˜€
    waaah… pasti ngga pake hansa*tiiit* jadi lukanya ngga sembuh2.

  23. 24 fisha17net
    Mei 12, 2008 pukul 1:46 pm

    Permisi2.. kok lama gak ngeblog? Neng endi wae Mar?? πŸ˜†

  24. Mei 13, 2008 pukul 10:55 am

    Masa lalu bukan untuk dikalahkan tapi untuk dikenang…. πŸ˜€

  25. Mei 30, 2008 pukul 2:51 pm

    Jangan membenci seseorang berlebih lho. πŸ˜‰

  26. Juni 19, 2008 pukul 11:08 am

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation πŸ™‚ Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Transference.

  27. 28 ghust HENDRU
    Agustus 19, 2008 pukul 6:29 pm

    wadoh mbak2…. janganlah kau simpan dendam itu,… Tuhan ja pemaaf lo.,,,
    hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12,157 pengunjung

%d blogger menyukai ini: