Archive for the 'Career' Category



05
Mar
07

Episode Kesal

16.30. Habis ngajar mampir warnet. Today is the day. Kubuka d***an.go.id. Treeeettt……Duh..saya kaget bukan alang alang..ups..bukan alang kepalang..ternyata pengumumannya TIDAK ADA. Ada apa sih ini..????!!! Sebenernya mereka mereka itu bisa menepati janji ga sih..????
Iklan
03
Mar
07

Chapter III : What’s wrong?????

21 Februari 2007

http://www.dep**n.go.id. Nihil. Hasil belum di publish. Tertulis : hasil tes tahap I akan diumumkan minggu ke-IV Februari 2007. Browsing yang lain ah…

25 Februari 2007

Minggu ke-IV Februari kan? Kubuka situs yang sama. Masih nihil. Mungkin menurut kalender mereka, ini belum masuk minggu ke-IV. Aku maklum.

26 Februari 2007

Kucoba membuka situs yang sama dengan kemarin. Still unpublish. Masih tidak ada?? Ada apa ini? Tak biasanya mereka tidak profesional. Aku mulai bertanya-tanya. Tapi mumpung di warnet, bikin entry di blog aja ah. Skalian blog walking..

28 Februari 2007

Pukul 17.55, pulang ngajar, kusempatkan nge-cek pengumuman. The end of the month, mungkin pengumuman sudah ada. Masih tidak ada. Refresh. Tidak ada juga. Pukul 18.10, pulang untuk siap-siap kasih privat pukul 19.00.

1 Maret 2007

Saya sudah hopeless, paling hari ini ga ada juga. Tapi saya tetap ngecek. Dan ah…ternyata bener juga dugaan saya. Belum ada. Sekarang sudah Maret kan? Apa kalender saya yang salah? Padahal di situs masih tertulis bahwa hasil tes akan diumumkan pada minggu ke-IV bulan Februari 2007. Hhhuufffhhhh….

3 Maret 2007

Hari ini kucoba lagi (masih belum menyerah doong..). Eh ternyata belum ada juga. Malah disitu tertulis permohonan maaf karena tidak bisa sesuai jadwal. Dan diralat bahwa pengumumannanti tanggal 5 Maret 2007. Yaahh..setidaknya ada tanggal pastinya lah…

See you on March 5th 2007….

27
Feb
07

Ada Apa Dengan Wanita Bekerja?

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan teman saya, seorang laki-laki. Saya cerita ke dia kalo saya sedang mencari pekerjaan lain. Selama ini saya mengajar di sebuah lembaga pendidikan sebagai tentor Fisika. Pekerjaan ini sebenarnya cukup menghasilkan, tapi saya tidak terlalu enjoy karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya di perguruan tinggi. Lagipula kalo mengajar kan sore sampai malam, jadi saya ingin punya pekerjaan yang mulai di pagi hari dan selesai sore hari, begitu. Teman saya bertanya :

“Kenapa si cewek harus repot-repot cari kerja? Toh ntar juga kalo udah nikah balik ke dapur lagi. Mending cewek tuh tinggal di rumah aja, ngurus rumah dan keluarga.”

“Lho emang salah ya kalo cewek juga mencari nafkah? Secara dua lumbung lebih baik dari satu lumbung. Jadi kalo suami pas lagi ga ada uang, istri bisa bantu keuangan keluarga.”

“Tapi kalo suami sudah bisa mencukupi, kenapa istri harus kerja di luar rumah? Itu kan udah kodratnya istri, melayani suami. Jadi lebih baik di rumah aja.”

Wah..wah..wah..ego saya diserang nih. Masa iya sih ‘melayani’ itu adalah kodrat istri? Saya jawab begini:

“Yaaa…kalo emang suami bisa mencukupi, istri memang tak perlu repot bekerja di luar rumah. Tapi kita kan harus berjaga-jaga menghadapi segala kemungkinan. Umur manusia siapa yang tahu? Kalo tiba-tiba suami dipanggil duluan sama Yang Maha Kuasa, dan kita ga kerja, siapa yang menanggung biaya anak-anak? Uang asuransi? Ya kalo punya asuransi. Uang warisan? Ya kalo ada warisan. Uang pensiun? Ya kalo dikasih pensiun. Nah..disitulah peran istri bekerja diperlukan.”

“Oya mas, saya mau nambahin. Melayani suami bukanlah kodrat istri, melainkan kewajiban. Jadi, kewajiban dan kodrat sungguh benar-benar jauh bedanya. Kodrat wanita adalah melahirkan dan menyusui. Kodrat adalah sesuatu yang bisa dilakukannya dan tidak bisa digantikan oleh yang lain.”

“Mba, masalah rejeki sudah ada yang ngatur, jadi kita ga perlu ngotot mencarinya. Kalo iya ternyata suami pergi duluan, Tuhan juga ga akan membiarkan hamba-Nya kelaparan. Jadi pasti ada aja rejekinya. Lagipula sekarang kalo istri kerja, rumah jadi ga keurus, suami ga keurus, anak-anak lebih deket ke pembantu dari ibunya sendiri. Makanya bagaimanapun mending istri berkarir di rumah aja, sebagai ibu rumah tangga.”

Trus dia nambahin,

“Iya deh, kalo soal kodrat, saya ngaku saya salah. Emang melayani suami bukan kodrat istri.”

“Wah mas, rejeki emang ada yang ngatur, tapi itu ga akan ujug-ujug dateng, jadi harus dijemput. Lagipula istri bekerja kan termasuk ikhtiar. Usaha dulu, baru menyerahkan semuanya ke Tuhan. Jangan pasrah aja, mas. Kalo soal istri bekerja yang menelantarkan rumah dan keluarga, nah ini yang ga bener. Kalo udah gini emang mendingan ga usah kerja, karena bagaimanapun, menurut saya, kalo sudah menikah, suami dan anak-anak nomor 1. Karena di situlah jalan menuju surga bagi seorang istri.”

“Naahh..kalo gitu lebih baik ga usah repot cari kerja kan mba? Kalo emang ujung-ujungnya sama aja ga kerja. Balik lagi jadi ibu rumah tangga kan? Mending meniti jalan menuju surga, Mba. Lagipula kalo suami ga mengijinkan istrinya kerja, dia harus nurut. Saya ga akan mengijinkan istri saya bekerja.”

“Lho mas, itu kan namanya ikhtiar. Banyak jalan menuju surga, Mas. Kalo bisa bekerja di luar rumah tapi juga sekaligus bisa ngurus rumah dan keluarga, kenapa ga? Kalo suami melarang istrinya bekerja ya tidak ada pilihan lain. Sang Istri harus mau menurut dan tinggal di rumah saja. Kalo mas ngelarang istri mas kerja, ya itu urusan Mas. Tapi untungnya calon suami saya mengijinkan saya untuk bekerja, jadi sekarang saya sedang berusaha cari kerjaan yang lebih mapan. Kalo toh ternyata ga dapet juga, ya saya kerja di rumah aja deh…”

“Tuh kan, Mba..Ujung-ujungnya kerja dirumah lagi.”

Saya cuma bisa menjawab dalam hati, duuh Maaassss….ngerti ga sih..Kan emang lagi ikhtiar, kalo udah usaha ternyata ga dapet kerja juga, ya kita harus pasrah kan? Yang penting usaha dulu.

19
Feb
07

Chapter II : My trip to Semarang and Yogya

Naahh..ini dia lanjutan kisah saya setelah saya tau bahwa saya lolos di Departemen Pertanian. Oya satu lagi, ternyata alhamdulillah saya juga dipanggil untuk mengikuti tes tahap I di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bertempat di Yogyakarta pada tgl 13-14 Februari. Jadilah saya bolak balik Semarang-Yogya untuk mengikuti tes.
Jadi beginilah perjalanan saya…

Cilacap, Rabu, 7 Februari 2007

Saya bertolak dari rumah pukul 07.00 menuju semarang dengan menggunakan mobil travel dan tiba di rumah calon mertua saya pukul 13.00. Saya menginap semalam di situ.

Semarang, Kamis, 8 Februari 2007

Saya mengambil kartu ujian Deptan di Ungaran pukul 08.15 dengan diantar zofy, calon suami saya, menggunakan sepeda motor. Saya pikir saya merupakan salah satu orang yang datang awal, eh ternyata, luar biasa…saya malah jadi orang yang hadir (mungkin) ke 300 sekian. Ya, peserta yang hadir untuk mengambil kartu sudah begitu banyaknya yang mengantri. Tapi syukurlah karena sistem yang teratur dan rapi, saya hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menyelesaikan segala prosedur pengambilan kartu. Dan pada pukul 08.30 kami bertolak ke Yogya menggunakan sepeda motor.

Yogyakarta, Kamis, 8 Februari 2007

Saya tiba di Yogya pukul 12.00, makan siang di sebuah warung namanya “Spesial Sambal”. Buat orang yogya pasti warung ini udah ga asing lagi kan? Terkenal sekali dengan jenis-jenis sambalnya yang bervariasi dan yang pasti pedas abieess..!!
Pukul 13.00 saya tiba di rumah kakak di kaliurang dimana saya akan menginap untuk semalam.

Yogyakarta, Jumat, 9 Februari 2007

Saya mengambil kartu ujian BPK di Jl. H.O.S. Cokroaminoto pukul 08.30 . Jadilah saya kesana diantar (masih oleh) zofy. Yang hadir sudah cukup banyak, meskipun ga sebanyak di Deptan. Tapi malangnya, kami masih harus menunggu lama karena ternyata para panitia belum hadir. Akhirnya setelah sekitar 30 menitan, kami baru dipersilahkan masuk ke ruangan pengambilan kartu. Sayangnya karena prosedur yang tidak sistematis dan pembagian tempat pengambilan kartu yang tidak rapi, ruangan itu terasa seperti tempat pengambilan dana BLT (uugghh….). Proses pengambilan kartu baru selesai pada pukul 09.30 (finally…). Kami langsung kembali ke semarang dan tiba di rumah pukul 14.00.

Semarang, Sabtu, 10 Februari 2007

This is the day..!!!! Yup, inilah hari dimana saya (bersama ribuan peserta lainnya) diuji apakah cukup qualified untuk menjadi staf di Deptan. Saya berangkat pukul 08.00 dengan meminta doa dari calon mertua, meskipun ujian dimulai pukul 10.00. Yahh..semuanya hanya sekedar berjaga-jaga menghadapi segala kemungkinan hambatan yang terjadi sebelum saya masuk ke dalam ruang ujian. Seperti ban bocor, nyasar, salah ruangan, dan sebagainya. Sehingga kalu itu terjadi saya masih punya cukup waktu untuk mengatasinya. akhirnya ujian dilaksanakan tepat pukul 10.00 dan selesai pukul 12.00.
Ini kan malem minggu, jadi kami sempatkan untuk jalan2 berkeliling kota semarang. Mumpung bisa ketemu, hehehehe..Iya, soalnya selama ini kami menjalani long distance relationship.

Semarang, Minggu, 11 Februari 2007

Pagi ini, pukul 06.00 saya diajak oleh zofy, lari lari pagi di kawasan Simpang Lima. Wah..betul-betul rame. Jadi menurut Zofy, kalo minggu pagi, Simpang Lima memang seperti pasar kaget. Banyak sekali yang berjualan disana. Ada yang berjualan jilbab dan kerudung, baju tidur, baju biasa, tas, sepatu, alat-alat rumah tangga, asesori ponsel, uang kuno, motor, berbagai makanan kecil, dan berbagai masakan siap santap. Ada juga yang menyediakan jasa andong (itu lho.. kereta yang ditarik kuda) yang akan mengantar pengunjung berkeliling kawasan Simpang 5.

Sorenya kami nonton film. Karena kebetulan zofy memenangkan tiket gratis dari sebuah program Valentine yang diadakan salah satu motor otomatis di Indonesia. Jadilah kami pada pukul 16.00 nonton bersama para pemenang lainnya di Entertainment Plaza dekat Simpang Lima. Di ruang tunggu tidak ada keterangan studio yang mana, sedang memutar film yang mana, jadi kami belum tau akan menonton apa di dalam studio nanti. Kami kebagian di studio 2. Dengan harap harap cemas kami menanti film romantis seperti apa yang bakal kami tonton. Karena sesuai tagline program Valentine ini “Otomatis Jadi Romantis”. Begitu kami masuk studio dan film diputar, ternyata filmnya adalah “THE GRUDGE 2″…!!! Waahh..kalo begini sih namanya Otomatis Jadi Nangiss….”.


Semarang, Senin, 12 Februari 2007

Kami bertolak ke Yogya pukul 08.30 dan tiba di rumah kakak di kaliurang pukul 14.00.

Yogyakarta, Selasa, 13 Februari 2007

Materi ujian hari pertama di BPK adalah Tes Bahasa Inggris dan Tes Bahasa Indonesia. Tesnya dimulai pukul 09.00, break pada pukul 11.30 dan berlanjut lagi pada pukul 12.00 dan selesai pada pukul 14.00.

Yogyakarta, Rabu, 14 Februari 2007

Materi ujian hari kedua adalah Tes Potensi Akademik yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.30.

Yogyakarta, Rabu, 15 Februari 2007

Hari ini kami terpaksa berpisah disini. Saya harus kembali ke Cilacap meneruskan kembali kerjaan saya yang sempat tertinggal karena ijin beberapa hari untuk mengikuti tes ini. Zofy pun harus kembali ke Subang untuk meneruskan kembali rutinitas pekerjaannya. (Terima kasih sayang sudah menemaniku..)
Semoga saya bisa berhasil dan lolos ke tahap selanjutnya. Amiiin….Tapi ah..saya mah pasrah aja deh….
19
Jan
07

Chapter I : And the journey begins….

Kemaren saya ditelpon ibu bahwa pengumuman Deptan sudah ada di website. Sontak saya langsung ganti pakaian dan ngacir ke warnet terdekat untuk melihat pengumuman. Setelah jalan kaki 8 menitan (mungkin sebenernya hanya 5 menit, karena saya ga ngitung persisnya. Takut kesandung kalo jalan sambill liat jam mulu), akhirnya sampai lah saya di sebuah warnet. Saya pilih satu PC yang lagi nganggur n isi billingnya. Kemudian ya langsung saja saya klik logo internet explorer (karena disitu ga ada mozilla firefox -program internet favorit saya-).

Waktu saya nunggu programnya terbuka, tiba tiba ada mas mas ganteng menghampiri saya. Wih..saya langsung GR, asik..ada yang ndeketin nih, pikir saya. Eh, ternyata si mas ganteng cuma mo bilang ke saya kalo tuh PC ga connect sama internet. Yahh..pupus lah harapan saya dideketin mas ganteng..Atuh bilang dari tadi mas..mas..

Akhirnya saya pindah PC n langsung klik IE n ketik http://www.deptan.go.id. Saya telusuri pengumuman di website itu dan saya cari nama saya. Tttrrrrrrttttt…….Wih..banyaknya….
A…
B…
C…
D…
trus…sampailah saya di huruf M….
.
.
.
Maria
Maria Ulfah
Mariana
Mariski
Marius
Mariyam
Marlia Suminar
Ah..ini dia..!!! ALHAMDULILLAH….saya termasuk deretan nama-nama yang lolos administrasi.Eitss..jangan ngremehin gitu dong..Biar baru lolos administrasi, tapi buat saya ini hal langka lho..mengingat IQ saya yang tidak hanya jongkok, tapi merayap. Atau mungkin collapse malah.Lagipula ini adalah langkah awal saya menuju karir lho…Kalo ga lolos adiminstrasi, mana bisa ke tahap selanjutnya, ya ga?!


Ini adalah awal perjuangan saya. Saya masih harus ikut tes tertulis dan menyingkirkan 3232 pesaing lainnya. Karena itu, saya mohon doanya yah..!!! Semoga saya bisa lolos tahap2 selanjutnya n bisa keterima jadi pegawai. Amiiiin..

Terima kasih smuanya..!!!!

p.s : ikuti terus perjuangan saya melalui blog ini.
Dukung saya dengan mengetik : DP spasi marlia, kirim ke 1010



Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12.355 pengunjung
Iklan