Archive for the 'Negeriku' Category

21
Des
08

Episode Event Tahunan Cilacap

Liburan panjang akhir tahun ini pada kemana kawan? Bali? Puncak? Jakarta? Batam? Singapura? Ah..biasa bukan??? Buat Anda semua yang ingin mencari tujuan wisata baru, coba deh kunjungi Cilacap. Cilacap? Dimana tuh? Biasanya orang pasti bertanya begitu. Tapi kalo disebut Nusakambangan, pasti langsung pada ngeh. D’oh! Padahal Nusakambangan itu ada di wilayah Kabupaten Cilacap lhoo..

Kalo pengen bermalam dan berpetualang di pulau yang masih perawan, di Nusakambangan tempatnya. Kawan-kawan bisa camping dan menelusuri liarnya alam Nusakambangan. Pake guide bisa, tapi kalo yang bener-bener mau berpetualang gag perlu guide dah. Nyasar? Ya tanggung sendiri. Hahaha.. Mau liat LP Batu dan LP Besi tempat para tahanan kelas kakap ditahan? Mmm..kalo dulu sih bisa, tapi harus dengan ijin. Dan lumayan ribet. Kalo sekarang, gag tau deh.. 😀 (D’oh..informan-nya kok gag jelas gini siih..)

Event Sedekah Laut Kabupaten Cilacap

Event Sedekah Laut Kabupaten Cilacap

Oya, tahun baru nanti, kami punya event andalan yang rutin dilakukan setahun sekali. Namanya Sedekah Laut. Ini adalah event tradisi masyarakat nelayan ……untuuuuuk….

Iklan
10
Nov
08

Episode Something To Your Country

Banyaknya spanduk yang bertengger di jalanan dengan kata-kata bernada kepahlawanan menampar saya dengan keras. Iya, karena ternyata saya lupa sodara-sodara. Lupa bahwa pada 10 November 63 tahun yang lalu Surabaya berdarah demi melawan Inggris. Ini hari pahlawan ternyata. Duuh..warga negara macam apa saya ini!! Sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan pembina apel tadi pagi pun lagi-lagi menohok saya. Katanya begini ” Pahlawan sejati tidak pernah mempertanyakan berapa besar yang negara berikan padanya, tapi apa yang sudah ia berikan untuk negara.” Sementara saya???

31
Jul
08

Episode Nongkrong Bareng Petinggi

Coffe and Tea Mug

Senin siang ( 28 Juli 2008 ) lalu saya “nongkrong” bareng anggota DPRD Kabupaten. Sambil nge-teh (bukan ngopi) dan tanpa rokok, saya maksudnya, kalo beliau-beliau itu sih merokok, kami bertukar pikiran tentang salah satu masalah klasik yang dihadapi petani di lapangan, yaitu : KELANGKAAN PUPUK. Iya, ketersediaan pupuk selalu menjadi masalah dalam proses budidaya. Jika tidak tepat waktu, maka hasil produksi tidak akan optimum. Sama seperti jika Anda sedang lapar, tapi tak ada makanan yang bisa dimakan, maka yang terjadi adalah lemas, kinerja Anda menjadi tidak maksimal karena tak ada energi dan pikiran menjadi tidak fokus karena tidak ada nutrisi baru yang terkirim ke otak. Sama halnya dengan tanaman, proses pertumbuhannya terhambat, sehingga hasil produksinya rendah.

Alasan yang menjadi penyebab pupuk langka di pasaran antara lain : ( 1 ) Kebiasaan petani yang belum mau mentaati SOP ( Standar Operating Procedure ) dalam penggunaan pupuk. Dengan kata lain, belum tepat dosis. Mereka cenderung menggunakan pupuk berlebihan. ( 2 ) Terjadi hambatan dalam proses distribusi disebabkan kurangnya jumlah distributor atau jalur transportasi yang sulit. ( 3 ) Terdapat oknum pejabat atau pengusaha yang menimbun pupuk sehingga ketika dibutuhkan, pupuk sulit didapat (heuuhh..selalu saja ada oknum dimana – mana..). Mungkin sebenarnya masih banyak alasan lainnya, namun yang mencuat dari hasil diskusi itu hanya tiga.

So..gimana solusinya? Sebenarnya masalah ini…

04
Apr
08

Episode Negara Agraris yang Mengalami Krisis Pangan

Pulang dari pasar, Bunda misah misuh. Katanya apa-apa sekarang harganya naik. Minyak goreng naik. Beras naik. Telur naik. Terigu naik. Bahkan katanya jajan anak-anak aja naik. Beuh… Saya jadi ingat kasus harga kedelai yang naik hingga 200 % dulu itu. Endonesa itu lahannya subur. Koes plus bilang, tongkat dilempar jadi tanaman. Tapi kenapa bisa mengalami krisis?Ada isu mengatakan beras sebentar lagi harganya jadi Rp 7.000/kg di tingkat konsumen. Harga setinggi itupun bukan petani yang bakal menikmati. Adalah mereka para mafia investasi dan pengusaha yang jadi semakin kaya. Just for information, rata-rata harga jual GKP (Gabah Kering Panen -yaitu gabah/padi yang bener-bener baru dipanen, belum dikeringkan dan digiling jadi beras-) dari petani itu cuma Rp 1.900/kg. Kalo sudah digiling jadi beras, harganya jadi Rp 2.350/kg. Naahh..jadi kalo beras nantinya dijual Rp 7.000/kg, maka keuntungan sebesar Rp 4.650/kg itu tentu saja diambil pengusaha. Petani tetep aja kere dan ga sejahtera. Gara-gara siapa ini?




Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12.355 pengunjung
Iklan