Archive for the 'Pemikiran Mendalam' Category

27
Mar
09

Episode Earth Hour

earth

Save earth from global warming by supporting earth hour. Turn off your lights for 60 minutes on March 28th 2009, starting at 8.30 pm local time.

Earth hour adalah program WWF yang dirintis sejak 2007 lalu dan dilaksanakan rutin setahun sekali setiap akhir Maret. Info lengkap tentang sejarah, manfaat dan cerita lainnya bisa dilihat di situs resmi earth hour, http://www.earthhour.org. Saat itu saya belum tahu, mungkin karena gaptek, atau sosialisasinya belum terdengar oleh saya, entahlah. Tapi tahun ini saya ingin mencoba berpartisipasi bersama jutaan warga dunia untuk mengurangi pemanasan global dengan mengurangi penggunaan energi. Meski hanya satu jam, tapi bila dilaksanakan oleh jutaan orang, bayangkan betapa besar energi yang bisa dihemat.

Coba kita hitung secara sederhana saja. Jika satu orang memadamkan satu lampu berdaya 10 Watt selama satu jam, maka energi yang bisa dihemat adalah sebesar = 10 X 1 jam = 10 Wh (watt jam). Jika ada 1.000.000 orang saja yang memadamkan masing-masing 1 lampu, kita bisa menghemat 10.000.000 Wh atau 10.000 KWh (kilowatt jam). Itu baru satu lampu 10 Watt dan baru satu juta orang. Bayangkan jika ada 50 juta orang yang berpartisipasi dan bukan hanya satu lampu yang dipadamkan, kita bisa menghemat puluhan bahkan ratusan megawatt jam energi listrik. Energi yang kita hemat ini bisa menjadi “tabungan” bagi masa depan. Lagipula, tagihan listriknya bisa berkurang kan, ibu-ibu?! Hehehehe…*pemikiran hemat seorang ibu rumah tangga*

Manfaat lainnya adalah kita bisa mengurangi produksi gas karbondioksida, yang mana kita tahu gas ini merupakan salah satu gas yang bisa melubangi lapisan ozon. Ko bisa? Iya, karena pembakaran bahan bakar fosil pada pembangkit listrik tenaga uap pasti menghasilkan karbondioksida. Nah, kalo penggunaan listriknya berkurang, maka pembakaran pun berkurang dan produksi karbondioksidanya pun berkurang. Kalo kita juga mematikan AC dan lemari pendingin selama earth hour, kita jadi bisa mengurangi produksi gas chlor dan fluor juga. Akan lebih baik lagi kalo earth hour ini bukan hanya setahun sekali, mungkin sebulan sekali, atau seminggu sekali, atau bahkan setiap hari? Dan bukan hanya satu jam saja?

Nah, tunggu apalagi, untuk hidup yang lebih baik, mari dukung earth hour, dan lihat hasilnya bagi bumi kita tercinta.

15
Apr
08

Episode So Little Time

So Little Time, So Much To Do.

Oh..gosh..these days seems running too fast. It came over me in a rush. And now i have only one month to make it done..!!

God..could i have more than 24 hours a day? Could i have more than 7 days a week? Please..

Ketika semua mendesakku dan menyerangku dari segala arah, aku tak punya tempat lagi untuk menghindar. Bukannya aku ingin lari, aku hanya butuh tempat dan udara untuk bernapas sejenak. Sebuah tempat dimana aku bisa berpikir jernih untuk menyusun langkah dan mengevaluasi jejak. Dan diantara segala keruwetan ini, kamulah satu-satunya penghiburanku, bintang. Meski tak setiap saat kau hadir, namun ku tahu kamu selalu disana mengawasi setiap gerakku.

Hari ini hadirlah di malamku, karena aku rindu. Aku sakau.

04
Apr
08

Episode Negara Agraris yang Mengalami Krisis Pangan

Pulang dari pasar, Bunda misah misuh. Katanya apa-apa sekarang harganya naik. Minyak goreng naik. Beras naik. Telur naik. Terigu naik. Bahkan katanya jajan anak-anak aja naik. Beuh… Saya jadi ingat kasus harga kedelai yang naik hingga 200 % dulu itu. Endonesa itu lahannya subur. Koes plus bilang, tongkat dilempar jadi tanaman. Tapi kenapa bisa mengalami krisis?Ada isu mengatakan beras sebentar lagi harganya jadi Rp 7.000/kg di tingkat konsumen. Harga setinggi itupun bukan petani yang bakal menikmati. Adalah mereka para mafia investasi dan pengusaha yang jadi semakin kaya. Just for information, rata-rata harga jual GKP (Gabah Kering Panen -yaitu gabah/padi yang bener-bener baru dipanen, belum dikeringkan dan digiling jadi beras-) dari petani itu cuma Rp 1.900/kg. Kalo sudah digiling jadi beras, harganya jadi Rp 2.350/kg. Naahh..jadi kalo beras nantinya dijual Rp 7.000/kg, maka keuntungan sebesar Rp 4.650/kg itu tentu saja diambil pengusaha. Petani tetep aja kere dan ga sejahtera. Gara-gara siapa ini?

22
Mar
08

Episode Kesombongan Manusia

Di sebuah bus dalam perjalanan pulang saya dari padepokan seorang selebriti blog yang sedang menikmati long weekend-nya di rumah tercinta, saya menangkap dengar (saya gunakan kata menangkap dan bukan mencuri karena saya bukan pencuri dan lagi suara mereka begitu kerasnya hingga mungkin seluruh penumpang bus berukuran nanggung itu mendengarnya) sebuah perbincangan antara 2 orang penumpang, seorang perempuan setengah baya dengan seorang pemuda.

” Saya itu dulu pernah hampir ketabrak sama mas-mas pake baju loreng kayak ABRI, naik motor. Saya juga lagi diboncengin sama anak saya, perempuan. ” , perempuan paruh baya itu bercerita. Si pemuda pun hanya diam. Mungkin masih menunggu kelanjutan ceritanya.

” Motor saya sama motor dia emang sama-sama hampir jatoh. Sebenernya orang itu yang salah, soalnya dia nyalip saya dari kiri pake ngebut. Padahal jalannya sempit. Tapi malah anak saya yang dimarahin. Katanya : ‘KALO NAIK MOTOR ITU YANG BENER DONG MBAK..!! BERANI KAMU YA SAMA BRIMOB..??!!!’ Lha anak saya perempuan, saya juga sudah tua, ya ga berani, mas. Akhirnya daripada diapa-apain, ngalah aja lah.. Trus orang itu langsung pergi.” Heumm..

16
Feb
08

Episode Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Kusebut

Pengap. Udara serasa padat mengepung, menekan paru-paruku dan aku sesak. Ini, semua perubahan ini, berjalan terlalu cepat, membuatku terengah-engah mengikutinya. Seharusnya tidak seperti ini. Semestinya semua keriuhan ini, gempita ini, keriaan ini menggembirakanku, membuatku bungah. Tapi tidak. Aku bertanya pada langit, dia hanya menghitam bergulung lalu menangis deras. Aku berpaling pada tanah, tapi ia hanya memandangku kosong, menyesap dengan rakus pemberian langit. Kupejamkan mata dan kuhirup wanginya tanah basah sore itu. (Hmm…aku selalu mencintai baunya…). Tapi JANGAN PERNAH KAU SURUH AKU bertanya pada rumput yang bergoyang, karena aku MUAK pada mereka!!

Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Kusebut menghampiriku tanpa menungguku siap, dan menggilasku dengan congkaknya. Jadi disinilah aku. Jetlag. Ternganga. Dan terluka. Aku ingin lari meninggalkan semua. Sejauh dan secepat aku mampu. Tapi matahari mengatakan padaku, aku tak boleh lari. Lari adalah sikap pengecut. Pengecut..????

12
Feb
08

Episode Partikel Mikro

Kau benar, sayang…bahwa aku bukan perahu kertas yang terombang-ambing mengalun arus dan hanya memiliki dua pilihan : terhempas layu ke tepian atau terbenam pasrah di lautan lepas

Tapi dia juga benar, cinta…..bahwa aku hanyalah sebuah boneka yang dipaksa berlakon di pentas fana demi sederai tawa palsu atau seisak tangis embun atau sekotak empati kosong

Pun mereka mungkin benar, honey….bahwa aku bisa saja menjadi matahari yang baru kau ketahui panas sesungguhnya setelah kau jauh menyelami intinya

Kuberitahukan padamu, sugar….sesunguhnya aku hanyalah sebuah partikel mikro dalam engapnya atmosfer semesta yang keras bermetamorfosis menjadi bintang, meski untuk itu harus menghabiskan seluruh hidupku

“…kuhanya pemimpi kecil yang berangan tuk mengubah nasibnya…” ~ Sang Penghibur-PADI ~

05
Feb
08

Episode Tahapan

Sore itu sembari menunggu jam  pulang kantor, hanya tinggal kami berdua yang tersisa dalam ruangan. Tak ada sesuatu yang dikerjakan, hanya saja kami sama-sama malas untuk pulang. Maka jadilah kami hanya duduk berbincang, meski tanpa ditemani kopi, hanya secangkir teh manis hangat.

“Hidup itu sebenarnya terdiri dari 4 tahapan. Pernah dengar?”, Pak Waisman membuka perbincangan.

Saya tak menjawab. Menunggu beliau melanjutkan apa yang ingin disampaikannya pada saya.

Sambil memandangi jalanan depan kantor kami yang mulai sepi kendaraan, dia memulai penjelasannya. “Empat tahapan itu adalah bermain, belajar, bekerja dan beribadah. Sejak kamu lahir hingga umur belasan kamu lagi senang-senangnya bermain. Saat itulah masanya kamu bermain.”

Hmm…saya berpikir, masa iya sih hanya sampai belasan saja. Lha saya sampe sekarang saja masih merasa senang bermain ko. Tapi saya ga mengatakan apa-apa. Hanya mengangguk-angguk. “Lalu yang kedua apa Pak?” Yang kedua itu…




Episode Maruria

Yang Saya Dukung

Coin A Chance

Gerakan 1000 Buku

Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html

My Facebook

Marlia Suminar's Facebook profile

My Mofuse

My Community


Photobucket

Be My Friend

Add to Technorati Favorites

Maru's Flickr

Visitorz

  • 12,206 pengunjung